Mengapa mempersulit yang mudah?
Mengapa mempertanyakan yang tak perlu dan membicarakan yang tak penting?
Duniaku begitu indah jangan kau beri tinta merah.
Sungguh, aku tak peduli padamu, ulahmu.
Menjauhlah, atau aku akan membakarmu!
WTF.
Tak perlu mengajak yang lain menjadi busuk sepertimu.
sek2… ada apa ne?
Komentar oleh ibnoe — Januari 18, 2008 @ 2:33 pm
Aku lagi marah hahaha..
Komentar oleh safitri — Januari 18, 2008 @ 5:21 pm
Lagi marah ma syapa non..
Komentar oleh Arsyad Salam — Januari 19, 2008 @ 1:31 pm
hailah lama ga mampir..
dateng2 malah disemprot
*pulang sambil nenteng sendal jepit*
Komentar oleh almascatie — Januari 24, 2008 @ 7:35 am
lagi inconsolable… be consolabled then..
get a wallow then…
tenang lass… being worthy is not always getting peep’s respect…
Komentar oleh KambingBetina — Januari 24, 2008 @ 8:53 am
Asli terlihat kemarahannya… Memang bener kata Guru Bahasa Indonesia aQ. “Tulisan itu memperlihatkan perasaan yang sedang dialami oleh si penulis” (thnks buat Pak Edi Wibowo, guru bahasa aQ). Salam Kenal…
Komentar oleh ibnuara — Januari 26, 2008 @ 11:16 pm