7 Dalam Makna

Saya terusik untuk mengabadikan tanggal 7 bulan 7 tahun 2007 dengan menuliskan misteri angka 7 dari buku karya Annemarie Schimmel (The Mystery of Numbers). Di buku ini, angka 7 dibahas dalam 7×2 lembar kertas. Yang saya tuliskan hanya hal-hal yang sangat menarik perhatian saya (karena semuanya menarik, dan tidak mungkin saya tulis keseluruhan).

Philo, filosof Hellenistik besar dari Alexandria, menulis bahwa pada akhir 7 tahun pertama tumbuhlah gigi dewasa setelah gigi susu. 7 tahun kedua dimulailah masa puber. 7 tahun ketiga tumbuhlah jenggot di janggut seorang pemuda. 7 tahun keempat adalah titik kehidupan yang tinggi. 7 tahun kelima adalah saatnya untuk menikah. 7 tahun keenam ditandai dengan kematangan intelektual. 7 tahun ke tujuh memuliakan jiwa dengan nalar. 7 tahun kedelapan menyempurnakan kecerdasan dan penalaran. 7 tahun kesembilan, nafsu meredup dan berarti melapangkan jalan bagi keadilan dan kesederhanaan. 7 tahun kesepuluh adalah saat terbaik untuk meninggal.

Menurut Alquran, Allah menciptakan langit dan bumi dalam 7 lapis. Thawaf, mengelilingi Ka’bah di Makkah selama haji, dilakukan sebanyak 7 kali, begitu juga dengan lari kecil di antara Shafa dan Marwah. Di akhir haji, di dekat Mina setan dilempar 3 kali masing-masing dengan 7 buah kerikil. Surat Al-Fatihah, yang merupakan surat pembuka Alquran, memiliki 7 ayat. Kata salam (kedamaian) muncul 7 kali.

Selain itu, satu minggu ada 7 hari. 7 not dalam satu oktaf. Pada saat saya berfikir tentang angka 7, saya berwudhu. Dan ternyata ada 7 bagian tubuh yang dibasuh dalam wudhu, yakni mulut, hidung, wajah, tangan, kepala, telinga dan kaki. Subhanallah.. Hanya selingan saja, nama saya juga terdiri atas 7 huruf dan saya lahir pada tanggal 14 (tujuh kedua) :) .

~ oleh safitri di/pada Juli 7, 2007.

2 Tanggapan to “7 Dalam Makna”

  1. entah kenapa,,,sy sangat suka dengan angka tujuh….

  2. 7 langit 7 samudra 7 benua
    Dalam falsafah jawa 7 berarti pitulungan (diambil dari kata pitu)

Tinggalkan Balasan